Rubrik Keluarga & Pendidikan Anak

Masih melanjutkan materi tentang sifat Fardhu Ainnya berbakti kepada orang tua yang mana kewajiban ini lebih utama daripada kewajiban-kewajiban lain yang bersifat fardhu kifayah apalagi yang Sunnah dan Mubah. Dalam materi sebelumnya telah disebutkan satu diantara bentuk aplikasi dari apa yang disebutkan di atas yaitu Berbakti kepada orang tua lebih didahulukan daripada jihad. Bentuk aplikasi…

Berbakti kepada orang tua merupakan ibadah yang bersifat Fardhu Ain, setiap individu muslim wajib melaksanakan ibadah ini. Berbakti kepada orang tua sama hukumnya dengan ibadah-ibadah Fardhu Ain lainnya seperti Sholat 5 waktu, Shaum Ramadhan, zakat dan lain sebagainya. Apabila pelaksanaan Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua) beririsan dengan ibadah Fardhu Ain lainnya maka harus berusaha…

Dalam Islam, setiap kebaikan yang dikerjakan maka manfaatnya akan kembali kepada pelakunya. Ketika seorang muslim sholat maka manfaat dari sholat tersebut kembali kepada dirinya, demikian juga ibadah-ibadah lainnya. Termasuk dalam hal ini adalah berbakti kepada orang tua, manfaat dari amalan tersebut kembali kepada kita yang melaksanakannya Di antara kebaikan yang akan diraih dengan cara berbakti…

Berbakti kepada kedua orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan kita, pengaruh yang akan kita rasakan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karenanya Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam memberikan rambu-rambu dan panduan dalam menunaikan amalan istimewa ini. Berbakti kepada orang tua bukanlah amalan yang bersifat sunnah, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban.…

Setelah pada materi sebelumnya kami paparkan pengantar tentang interaksi dengan orang tua, di hadapan kita sekarang adalah rangkaian bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, bagaimana seseorang dikatakan berbakti, apakah berbakti kepada orang tua terputus dengan wafatnya orang tua ataukah masih bisa berbakti sekalipun orang tua sudah wafat. Tentu tulisan sederhana ini tidak akan mampu untuk…

Dalam materi-materi sebelumnya sudah dibahas sekelumit tentang hubungan/interaksi dengan anak, maka dalam materi berikutnya insyaAllah akan membahas hubungan interaksi dengan orang tua. Ada kaitan yang sangat erat antara interaksi dengan orang tua dan interaksi dengan anak. Berbakti kepada orang tua memiliki andil besar terwujudnya anak-anak yang berbakti, ketika seseorang menginginkan anak-anaknya berbakti maka terlebih dahulu…

Point berikutnya berkenaan dengan aturan mengoreksi kesalahan anak dengan memukul adalah: • *Jangan menghukum/memukul anak dalam keadaan emosi (marah).* Memukul anak bertujuan untuk mendidiknya, mengoreksi kesalahannya bukan melampiaskan kekesalan / amarah karena anak melakukan kesalahan. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah memerintahkan anak buahnya untuk menghukum (dengan cara dipukul) seseorang yang melakukan pelanggaran. Ketika hukuman…

Ketentuan berikutnya tentang aturan menghukum dengan cara memukul adalah terkait bagian tubuh yang dipukul. Para ulama berdasarkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat terkait bagian yang tidak boleh dijadikan sasaran memukul menyimpulkan bahwa tidak boleh memukul bagian tubuh berikut ini: – Kepala ( termasuk wajah ) – Bagian kelamin – Bagian-bagian vital badan Maka dari point ini disimpulkan…

Aturan main berikutnya berkenaan dengan mengoreksi kesalahan anak dengan cara memukul adalah terkait bilangannya. Rasululllah shollallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh menghukum melebihi 10 kali pukulan kecuali pada pelaksanaan Had (hukuman kejahatan).” Hadits ini memberikan batasan mengenai jumlah maksimal hukuman berupa pukulan yaitu tidak boleh lebih dari 10 kali. Kemudian beberapa ulama dengan argumentasinya…

Bagaimana jika setelah kita melewati tahapan mengoreksi kesalahan anak dengan segala jenjangnya sampai sudah dijewer telinganya, tetapi anak masih belum jera, masih melanggar, masih membandel ?!. Dalam keadaan seperti ini langkah berikutnya untuk mengoreksi kesalahan anak adalah dengan memukulnya. Mungkin kata memukul terasa berat untuk dilakukan, apalagi teori parenting modern memang “mengharamkan” untuk memukul anak.…