Apa hukum mengambil upah dari jasa menjaga barang titipan ?

Tidak mengapa mengambil upah jasa titip barang jika sebelumnya ada kesepakatan tentang adanya tarif yang dikenakan dari jasa tersebut.

Namun jika tidak ada kesepakatan tersebut, maka hukum asal dari barang yang dititipkan adalah amanah yang wajib dijaga dan diberikan kembali ketika orang yang menitipkan itu memintanya. Haram mengambil upah dari jasa tersebut. Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalia untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya.”. (An Nisaa; 58)

فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضاً فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ

“Jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya.”. (Al Baqarah; 283).

Dan jika ada seorang yang menitipkan barang kepada orang lain tanpa adanya kesepakatan upah jasa titip, namun ternyata ia tidak bisa kembali mendapatkan barang yang dititipnya itu kecuali dengan membayar upah jasa titip, maka tidak mengapa ia membayarnya, dan dosa dari pelanggaran tersebut akan dipikul oleh orang yang menetapkan upah itu secara dzhalim.

 

Baca di https://ar.islamway.net/fatwa/10649/حكم-من-أخذ-مالا-مقابل-حفظ-الأمانة

62 dilihat
Hubungi Kami